Senin, 29 Oktober 2012

Kembangkan Kerohanian Bersama-sama

Kunci Kebahagiaan Keluarga

Kembangkan Kerohanian Bersama-sama


Erick *: ”Sewaktu kami baru menikah, saya memastikan agar saya dan istri belajar Alkitab bersama. Saya ingin dia berkonsentrasi selama kami belajar. Tapi, Anna sepertinya tidak bisa duduk diam. Kalau saya bertanya, jawabannya hanya ya atau tidak. Itu tidak seperti pelajaran Alkitab yang saya bayangkan.”
Anna: ”Saya berumur 18 tahun sewaktu menikah dengan Erick. Kami belajar Alkitab bersama secara rutin. Tapi setiap kali, Erick selalu menunjukkan semua kesalahan saya dan menceramahi saya tentang caranya menjadi istri yang lebih baik. Saya jadi kesal dan kecil hati!”

Sabtu, 27 Oktober 2012

Alkitab dua meter

Seseorang membaca Alkitab Braille
 
15 AGUSTUS 2012 | INTERNASIONAL

Alkitab Dua Meter

Sebelum Anda memesan Alkitab Braille dari Saksi-Saksi Yehuwa, pastikan Anda punya cukup ruang. Edisi lengkap Terjemahan Dunia Baru—tersedia dalam Braille bahasa Inggris, Spanyol, dan Italia—terdiri dari 18 sampai 28 jilid dan membutuhkan tempat minimal sepanjang dua meter!
Dibandingkan dengan Alkitab yang dicetak dengan huruf timbul itu, ada format-format lain yang lebih hemat tempat. Ada alat pencatat Braille yang dapat digunakan untuk mengakses informasi elektronik dan mencatat. Ini adalah perangkat portabel yang dilengkapi titik-titik yang dapat naik turun untuk membentuk huruf Braille. Seorang tunanetra juga dapat mencari dan mendengarkan publikasi dengan bantuan pembaca elektronik. Alat ini mengubah teks tertulis menjadi ujaran.
Selain itu, Saksi-Saksi Yehuwa telah membuat suatu program komputer yang bisa mengubah teks ke format Braille dalam banyak bahasa. Setelah tabel konversi berisi bahasa target dan huruf Braille dibuat, teks dapat mulai diubah. Program ini juga mengatur agar hasilnya mudah dibaca. Dengan begitu, publikasi dan Alkitab Braille dapat dibuat dalam hampir semua bahasa yang memiliki huruf Braille, termasuk yang tidak menggunakan huruf Romawi.
Selama lebih dari 100 tahun, para Saksi telah memproduksi publikasi berdasarkan Alkitab bagi kaum tunanetra, yang sekarang tersedia dalam 19 bahasa. Walaupun tunanetra yang berminat bisa mendapatkan publikasi tanpa membayar, biasanya mereka memberikan sumbangan sukarela.
Dahulu, sewaktu publikasi baru dirilis di kebaktian Saksi Yehuwa, hadirin diberi tahu bahwa versi Braille-nya bisa diperoleh belakangan. Tahun lalu, kantor cabang Amerika Serikat mengadakan survei di sidang-sidang untuk mendata kebaktian mana yang akan dihadiri para tunanetra dan format apa (kertas timbul, pencatat elektronik, atau pembaca elektronik) yang mereka inginkan.
Publikasi dalam format kertas timbul dikirimkan ke kebaktian-kebaktian yang dihadiri kaum tunanetra sehingga mereka bisa menerimanya bersamaan dengan hadirin lainnya. Publikasi dalam format elektronik dikirimkan melalui e-mail seminggu setelah kebaktian.
Seorang Saksi tunanetra mengatakan, ”Bisa menerima lektur ini bersama dengan yang lainnya adalah hak istimewa yang luar biasa.Mazmur 37:4 mengatakan bahwa Yehuwa akan memberikan keinginan hati kita. Itulah yang terjadi di kebaktian ini!” Seorang Saksi lain mengatakan sambil menangis, ”Mereka memikirkan saya. Saya bersyukur kepada Yehuwa karena Ia sangat memerhatikan kami.

http://www.jw.org/id/berita/regional/dunia/alkitab-dua-meter/

 

Jumat, 26 Oktober 2012

15 AGUSTUS 2012 | AMERIKA SERIKAT

Kantor Pusat Saksi-Saksi Yehuwa Akan Pindah

Pada Juli 2009, Saksi-Saksi Yehuwa membeli sebidang tanah di Warwick, New York untuk dijadikan lokasi baru kantor pusat mereka. Lahan seluas 102 hektar itu terletak sekitar 80 kilometer di sebelah barat laut Brooklyn, New York, tempat kantor pusat yang sekarang, yang telah digunakan sejak 1909.


Sekitar 800 Saksi akan bekerja dan tinggal di fasilitas yang baru. Fasilitas itu akan mencakup sebuah bangunan kantor, sebuah bangunan penunjang, dan empat bangunan tempat tinggal. Sebuah museum sederhana yang menampilkan sejarah modern Saksi-Saksi Yehuwa juga akan dibangun.
Bangunan-bangunan itu akan menempati kira-kira 18 hektar dari lahan, sedangkan sisanya akan tetap berupa hutan dan lahan basah. Fasilitas ini tidak akan memiliki area taman yang luas, namun akan menyatu dengan alam sekitar yang sudah dipenuhi pepohonan.
Para arsitek telah merancang bangunan-bangunan yang hemat sumber daya dan energi, sehingga ramah lingkungan serta tidak memakan banyak biaya operasional. Misalnya, atap bangunan akan dilapisi tanaman yang tangguh dan mudah dirawat, yang bisa menahan limpasan hujan dan menyeimbangkan suhu dalam bangunan. Rancangan bangunan kantor memanfaatkan cahaya alami untuk penerangan. Pengelolaan air yang baik juga menjadi prioritas.
Apa alasan pemindahan ini? Pencetakan Alkitab dan bacaan berdasarkan Alkitab yang sebelumnya hanya dilakukan di Brooklyn, kini juga dilakukan di kantor cabang Saksi-Saksi Yehuwa di beberapa negeri. Pada 2004, kegiatan pencetakan dan pengiriman di Amerika Serikat dipindahkan ke Wallkill, New York, sekitar 145 kilometer di barat laut Brooklyn.
Pertimbangan lain adalah soal biaya. Menggunakan dan merawat fasilitas di Brooklyn memerlukan banyak biaya. Dengan pindah ke lokasi yang baru, Saksi Yehuwa dapat menggunakan lebih banyak dana untuk mendukung pekerjaan pendidikan Alkitab.
Izin baru keluar setelah proses analisis dampak lingkungan dilakukan. Jika semuanya berjalan lancar, pembangunan akan dimulai pada 2013 dan dirampungkan dalam empat tahun.
Selain kompleks percetakan di Wallkill, New York, Saksi-Saksi Yehuwa memiliki pusat pendidikan di Patterson, New York. Organisasi ini memiliki banyak kantor cabang di berbagai negeri. Di seluruh dunia, ada lebih dari tujuh setengah juta Saksi Yehuwa.
Artikel Terkait

Kamis, 25 Oktober 2012

Menara pengawal,majalah terbesar di dunia.

Menara Pengawal—Tak Ada Majalah Lain yang Menandingi


Menara Pengawal adalah majalah dengan sirkulasi terbesar di dunia. Oplah setiap terbitannya lebih dari 42 juta eksemplar. Peringkat kedua diduduki Sedarlah! yang dicetak 41 juta eksemplar setiap terbitan. Keduanya diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa dan didistribusikan di 236 negeri.
Bagaimana dengan bacaan lainnya? Menurut The Association of Magazine Media, majalah komersial terlaris di Amerika Serikat diterbitkan oleh AARP, dengan target pembaca yang berusia 50 tahun ke atas. Sirkulasi majalah itu lebih dari 22,4 juta. Majalah Jerman ADAC Motorwelt terbit rata-rata 14 juta eksemplar, dan Gushi Hui di Cina dicetak sebanyak 5,4 juta.

Untuk surat kabar, sirkulasi terbanyak dipegang oleh harian JepangYomiuri Shimbun. Koran ini dicetak sebanyak lebih dari sepuluh juta eksemplar.
Publikasi Saksi-Saksi Yehuwa juga unggul dalam penerjemahan.Menara Pengawal diterjemahkan ke lebih dari 190 bahasa, danSedarlah! ke lebih dari 80 bahasa. Sebagai perbandingan, Reader’s Digest tersedia dalam 21 bahasa, walaupun isinya berbeda di setiap negara.
Tidak seperti majalah-majalah tersebut, Menara Pengawal danSedarlah! dibiayai dengan sumbangan sukarela, tidak memuat iklan, dan tidak diperjualbelikan.
Menara Pengawal bertujuan menjelaskan ajaran Alkitab—khususnya mengenai Kerajaan Allah. Majalah ini terus diterbitkan sejak 1879.Sedarlah! membahas topik-topik yang umum, seperti alam dan sains, dengan tujuan membangun iman kepada Pencipta. Majalah ini juga memberi tahu manfaat Alkitab dalam kehidupan sehari-hari.

http://www.jw.org/id/berita/regional/dunia/majalah-menara-pengawal-sedarlah/

Apakah Menurut Kalian Hanya Kalian yang Akan Diselamatkan?

 


Tidak. Jutaan orang yang pernah hidup di masa lalu yang bukan Saksi-Saksi Yehuwa akan memiliki kesempatan untuk diselamatkan. Alkitab menjelaskan bahwa di dunia baru yang Allah janjikan ”akan ada kebangkitan untuk orang-orang yang adil-benar maupun yang tidak adil-benar”. (Kisah 24:15) Dan juga, banyak orang yang hidup sekarang mungkin akan mulai melayani Allah, dan mereka pun akan diselamatkan. Yang pasti, kami tidak berhak menghakimi siapa yang akan selamat atau tidak. Tugas itu sepenuhnya ada di tangan Yesus.—Yohanes 5:22, 27.

http://www.jw.org/id/saksi-saksi-yehuwa/pertanyaan-umum/siapa-diselamatkan/

CARI TAHU LEBIH BANYAK

Rabu, 24 Oktober 2012

Kebaktian Besar Tahunan Kami

 


Dapatkan info tentang kebaktian besar tahunan kami, serta lokasinya yang terdekat dengan Anda.

”Jagalah Hatimu!”

KEBAKTIAN DISTRIK SAKSI-SAKSI YEHUWA


Kata ”hati” disebutkan hampir sebanyak seribu kali dalam Alkitab. Apa artinya kata ini? ”Hati” dapat memaksudkan manusia batiniah—apa yang dipikirkan, dirasakan, dan diinginkan seseorang.
Mengapa kita harus menjaga hati? Allah menggerakkan Raja Salomo untuk menulis, ”Lebih daripada semua hal lain yang harus dijaga, jagalah hatimu, karena dari situlah keluar sumber kehidupan.” (Amsal 4:23) Kualitas kehidupan kita sekarang dan prospek kehidupan kita di masa depan bergantung pada kondisi hati kita. Mengapa? Karena Allah melihat apa yang ada dalam hati kita. (1 Samuel 16:7) ”Manusia batiniah yang tersembunyi” itulah yang menentukan bagaimana perasaan Allah terhadap kita.1 Petrus 3:4.
Bagaimana kita bisa menjaga hati? Jawaban pertanyaan itu akan dibahas secara mendalam selama kebaktian yang akan diselenggarakan oleh Saksi-Saksi Yehuwa di seputar dunia mulai bulan ini. Dengan hangat, kami mengundang Anda untuk menghadiri seluruh kebaktian ini selama tiga hari. Apa yang Anda pelajari akan membantu Anda bertindak dengan cara yang membuat hati Allah Yehuwa bersukacita.Amsal 27:11.


http://www.jw.org/id/saksi-saksi-yehuwa/kebaktian-besar/

Pandangan alkitab

Pandangan Alkitab

Apakah Allah Menggunakan Bencana Alam untuk Menghukum Manusia Dewasa Ini?

Pandangan Alkitab

Apakah Allah Menggunakan Bencana Alam untuk Menghukum Manusia Dewasa Ini?



ADA yang percaya bahwa Allah menggunakan bencana alam untuk menghukum manusia. Yang lain menolak gagasan itu. Yang lainnya lagi tidak tahu apa yang harus dipercayai. Seorang dosen kajian agama menyatakan, ”Kebanyakan tradisi agama mengakui bahwa tidak seorang pun bisa dengan yakin mengatakan apakah bencana alam itu kehendak Allah.”
Namun, Alkitab menyediakan jawaban yang memuaskan. Alkitab membantu kita memahami apakah Allah mendatangkan bencana alam untuk menghukum manusia dewasa ini. Alkitab juga membantu kita memahami mengapa banyak orang menderita.

Alkitab Menyediakan Pola

Alkitab menyingkapkan dua kebenaran dasar tentang Allah, yang nama-Nya adalah Yehuwa. Pertama, Ia Sang Pencipta dan karena itu Ia punya kuasa dan wewenang untuk mengendalikan kekuatan alam di bumi. (Penyingkapan [Wahyu] 4:11) Kedua, tindakan-Nya selalu selaras dengan kepribadian, sifat-sifat, dan prinsip-prinsip-Nya. Ia menyatakan di Maleakhi 3:6, ”Akulah Yehuwa; aku belum berubah.” Sambil mengingat hal-hal itu, perhatikan dua peristiwa di masa lalu, yang satu menyangkut banjir dan yang lainnya berkaitan dengan kekeringan. Anda akan melihat bahwa dalam sejarah Alkitab tatkala Allah menggunakan kekuatan alam untuk melaksanakan penghakiman-Nya, Ia selalu memberikan (1) peringatan, (2) alasan, dan (3) perlindungan bagi umat-Nya yang taat.

Banjir Besar pada Zaman Nuh

Peringatan.

 Puluhan tahun sebelum Air Bah, Yehuwa memberi tahu Nuh, ”Mengenai aku, lihat, aku akan mendatangkan air bah ke atas bumi untuk membinasakan . . . semua makhluk.” (Kejadian 6:17) Nuh, ”seorang pemberita keadilbenaran”, memperingatkan orang-orang, tetapi mereka ”tidak memberikan perhatian”.​—2 Petrus 2:5; Matius 24:39.

Alasan.

 Yehuwa menyatakan, ”Akhir segala makhluk telah tiba di hadapanku, karena bumi penuh dengan kekerasan oleh karena mereka.”​—Kejadian 6:13.

Perlindungan bagi umat yang taat.

 Yehuwa memberi Nuh petunjuk terperinci untuk membuat bahtera agar selamat melewati Air Bah. ”Nuh serta mereka yang ada bersamanya di dalam bahtera tetap hidup.”​—Kejadian 7:23.

Kekeringan di Israel

Peringatan.

 Sebelum Allah Yehuwa mendatangkan kekeringan hebat di Israel, nabi-Nya Elia mengumumkan, ”Tidak akan ada embun maupun hujan selama tahun-tahun ini, kecuali atas perintah firman [Allah]!”​—1 Raja 17:1.

Alasan.

 Ibadat bangsa Israel kepada allah palsu Baal mendorong Yehuwa untuk bertindak. Dalam penjelasannya kepada Raja Ahab, Elia menyatakan, ”Kalian telah meninggalkan perintah-perintah Yehuwa, dan engkau mengikuti para Baal.”​—1 Raja 18:18.

Perlindungan bagi umat yang taat.

 Yehuwa menyediakan makanan untuk umat-Nya yang taat selama kekeringan.​—1 Raja 17:6, 14; 18:4; 19:18.

Yang Disingkapkan Pola Itu

Dewasa ini, tidak ada bukti bahwa bencana alam adalah bagian dari rencana untuk menghukum manusia. Sebagai Allah keadilan, Yehuwa tidak pernah ’melenyapkan orang adil-benar bersama orang fasik’. (Kejadian 18:23, 25) Ia menyediakan sarana keselamatan bagi orang-orang  yang taat kepada-Nya. Dewasa ini, bencana alam menimpa pria, wanita, dan anak-anak tanpa pandang bulu.
Allah tidak bertanggung jawab atas kemalangan yang menimpa orang-orang
Jelaslah, bencana alam sekarang tidak cocok dengan pola campur tangan ilahi dalam Alkitab. Terlebih lagi, kejadian-kejadian tidak terduga ini tidak sesuai dengan kepribadian Allah. Yakobus 1:13menyatakan bahwa Allah tidak mencobai manusia dengan hal jahat, dan 1 Yohanes 4:8meringkaskan karakter Allah dengan kata-kata ini, ”Allah adalah kasih.” Ia tidak bertanggung jawab atas kemalangan yang menimpa orang-orang yang tidak bersalah akibat badai, gempa bumi, dan tragedi serupa yang bisa muncul kapan saja. Akankah bencana seperti itu berakhir?

Penderitaan Akan Berakhir

Allah Yehuwa tidak pernah bermaksud agar manusia ditimpa bencana alam. Ia ingin agar manusia hidup kekal dalam keadaan damai di bumi. Seperti yang Ia lakukan pada zaman Nuh, Ia akan turun tangan dalam urusan di bumi untuk melenyapkan keburukan. Dan, Allah Yehuwa sedang memberikan pemberitahuan di muka dengan memerintahkan agar suatu berita peringatan disampaikan di seluruh dunia, sehingga orang-orang bisa mengambil tindakan untuk selamat.​—Mazmur 37:9, 11, 29; Matius 24:14.
http://www.jw.org/id/publikasi/majalah/g201212/apakah-allah-menggunakan-bencana-alam-untuk-menghukum/

 

Siapa Pendiri Saksi-Saksi Yehuwa?

 


Sejarah modern Saksi-Saksi Yehuwa dimulai pada akhir abad ke-19. Pada waktu itu, sekelompok kecil siswa Alkitab yang tinggal dekat Pittsburgh, Pennsylvania, di Amerika Serikat, mulai menganalisis Alkitab secara sistematis. Mereka membandingkan doktrin-doktrin yang diajarkan di gereja dengan apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan. Mereka mulai menerbitkan hasil pelajaran mereka di buku-buku, koran, dan jurnal yang kini disebut Menara Pengawal—Memberitakan Kerajaan Yehuwa.
Di dalam kelompok siswa Alkitab yang tulus itu, ada pria bernama Charles Taze Russell. Meskipun Russell memimpin pekerjaan pendidikan Alkitab kala itu dan merupakan editor pertama Menara Pengawal, ia bukanlah pendiri agama baru. Tujuan Russell dan Siswa-Siswa Alkitab, yaitu sebutan mereka waktu itu, adalah mengumumkan ajaran Yesus Kristus dan meniru kegiatan dari sidang jemaat Kristen abad pertama. Karena Yesus adalah pendiri Kekristenan, kami percaya bahwa dia adalah pendiri organisasi kami.—Kolose 1:18-20.
Sumber:
http://www.jw.org/id/saksi-saksi-yehuwa/pertanyaan-umum/pendiri/


Senin, 22 Oktober 2012

Hak menolak atas dasar hati nurani di junjung mahkamah Eropa.





Hak Menolak atas Dasar Hati Nurani Dijunjung Mahkamah Eropa


SAKSI-SAKSI YEHUWA di seluruh dunia terkenal karena netral dalam soal politik dan peperangan dari bangsa mana pun. Mereka yakin sepenuhnya bahwa mereka harus ”menempa pedang-pedang mereka menjadi mata bajak” dan tidak ”belajar perang lagi”. (Yesaya 2:4) Mereka tidak menghalangi orang-orang yang mau bergabung dengan angkatan bersenjata. Namun, bagaimana jika negara mewajibkan seorang Saksi Yehuwa untuk mengikuti dinas militer, padahal hal itu bertentangan dengan hati nuraninya? Itulah yang dihadapi pria muda bernama Vahan Bayatyan.

Sebelum Maju ke Mahkamah Eropa

Vahan lahir di Armenia pada April 1983. Pada 1996, ia dan beberapa anggota keluarganya mulai belajar Alkitab dengan Saksi-Saksi Yehuwa, dan pada usia 16 tahun, ia dibaptis. Karena mempelajari Alkitab, Vahan mulai mengembangkan penghargaan yang dalam akan ajaran Yesus Kristus, termasuk perintah Yesus kepada para pengikutnya untuk tidak mengangkat senjata, atau berperang. (Matius 26:52) Maka, tidak lama setelah ia dibaptis, Vahan menghadapi keputusan yang penting dalam kehidupannya.
Hukum di Armenia mewajibkan semua laki-laki untuk ikut dinas militer saat mereka berusia 18 tahun. Apabila menolak, mereka bisa dihukum penjara sampai tiga tahun. Vahan mau melayani masyarakat. Tetapi pada saat yang sama, ia tidak mau melanggar hati nuraninya yang telah dilatih Alkitab. Jadi, apa yang ia lakukan?
Segera setelah ia berusia 18 tahun pada 2001, Vahan mulai menulis surat ke kalangan berwenang di Armenia. Dalam suratnya, ia menyatakan bahwa dinas itu akan melanggar hati nurani dan kepercayaan agamanya. Ia juga menyatakan bahwa sebagai gantinya, ia bersedia melakukan dinas sipil alternatif.
Vahan Bayatyan di depan Penjara Nubarashen di Armenia


Lebih dari satu tahun kemudian, Vahan masih mengajukan permohonan kepada kalangan berwenang untuk mengakui penolakannya yang didasarkan atas hati nurani.  Tetapi pada September 2002, Vahan ditangkap, dan belakangan dituduh mengelak dari dinas militer. Ia divonis 18 bulan penjara. Namun, sang jaksa masih belum puas. Hanya sebulan setelah vonis dijatuhkan, jaksa mengajukan mosi ke pengadilan banding untuk menuntut hukuman yang lebih berat. Menurutnya, penolakan Vahan atas dasar hati nurani dan keyakinan agamanya ”tidak berdasar dan berbahaya”. Pengadilan banding mengabulkan tuntutan sang jaksa untuk menambah hukuman Vahan menjadi 30 bulan penjara.
Vahan naik banding ke pengadilan tertinggi Armenia. Pada Januari 2003, Mahkamah Kasasi meneguhkan keputusan pengadilan sebelumnya. Vahan segera dipindahkan ke penjara untuk mulai menjalani hukuman bersama dengan para pembunuh, pengedar narkoba, dan pemerkosa.

Selama di Mahkamah Eropa

Sejak 2001, Armenia telah menjadi anggota Dewan Eropa. Maka, penduduknya berhak mengajukan kasus ke Mahkamah Eropa untuk Hak Asasi Manusia (ECHR) jika semua upaya untuk memperoleh keadilan di dalam negeri sudah gagal. Itulah yang Vahan lakukan. Dalam persidangan banding, ia menyatakan bahwa Butir 9 dari Konvensi Eropa Mengenai Hak Asasi Manusia telah dilanggar sewaktu ia dipidana karena menolak dinas militer. Ia memohon agar haknya untuk menolak dinas militer atas dasar hati nurani dilindungi oleh Butir 9 ini, sesuatu yang belum pernah dikabulkan sebelumnya.
Bersama istri, Tsovinar, dan putra mereka, Vahe


Pada 27 Oktober 2009, ECHR mengeluarkan keputusannya. Mahkamah itu merujuk hukum yang didasarkan atas kasus-kasus sebelumnya dan menyatakan bahwa kebebasan berhati nurani seperti yang dijabarkan di Butir 9 dari Konvensi Eropa tidak melindungi hak untuk menolak dinas militer karena hati nurani.
Kala itu, Vahan sudah lama dibebaskan dari penjara, telah menikah, dan memiliki seorang putra. Vahan kecewa atas keputusan ini. Ia pun harus memilih, tidak melanjutkan kasus itu atau naik banding ke Dewan Agung ECHR. Ia memutuskan naik banding. Dewan Agung hanya menerima kasus-kasus yang luar biasa, jadi Vahan senang ketika Dewan itu setuju untuk memeriksa kasusnya.
Akhirnya, pada 7 Juli 2011, di Strasbourg, Prancis, Dewan Agung ECHR mengeluarkan keputusannya. Dewan itu memutuskan dengan suara mayoritas 16 banding 1 bahwa Armenia telah melanggar hak kebebasan berhati nurani dari Vahan Bayatyan ketika ia dipidana dan dipenjara akibat menolak dinas  militer karena keberatan hati nurani. Satu-satunya yang tidak setuju adalah hakim dari Armenia.
Bersama penasihat hukumnya di ECHR, 24 November 2010


Mengapa keputusan itu signifikan? Karena untuk pertama kalinya dalam sejarah ECHR, Butir 9 Konvensi Eropa digunakan untuk sepenuhnya melindungi hak menolak dinas militer karena keberatan hati nurani. Sebagai hasilnya, Dewan itu menilai bahwa memenjarakan seseorang yang menolak dinas militer karena alasan hati nurani adalah pelanggaran hak yang mendasar dalam masyarakat demokratis.
Dewan Agung ECHR membuat pernyataan berikut mengenai pendirian Saksi-Saksi Yehuwa, ”Karena itu, Dewan tidak menemukan alasan untuk meragukan bahwa motivasi pemohon untuk menolak dinas militer adalah karena kepercayaan agamanya, yang dengan tulus ia anut dan yang sama sekali bertentangan dengan kewajibannya untuk menjalankan dinas militer.”

Tanggapan atas Keputusan Tersebut

Selama 20 tahun terakhir, lebih dari 450 Saksi Yehuwa di Armenia yang menolak dinas militer karena alasan hati nurani telah dipidana. Ketika artikel ini ditulis, ada 58 pemuda di negara itu yang berada di penjara akibat menolak dinas militer karena alasan agama dan hati nurani. Lima dari antaranya dipenjara setelah keputusan yang bersejarah dalam kasus Bayatyan v. Armenia. * Dalam salah satu kasus tersebut, seorang pemuda mengajukan permohonan agar jaksa setempat menghentikan proses persidangannya. Namun, sang jaksa menolaknya. Dalam tanggapan tertulisnya, sang jaksa menyatakan, ”Keputusan Mahkamah Eropa dalam kasus Bayatyan v. Armenia,tertanggal 7 Juli 2011, tidak berlaku dalam kasus ini, karena jelas terlihat bahwa kedua kasus ini tidak memiliki kesamaan.”
Mengapa sang jaksa berpendapat seperti itu? Ketika Vahan Bayatyan digugat, belum tersedia dinas sipil alternatif. Pemerintah Armenia menegaskan bahwa sejak saat itu, sebuah hukum telah dibuat untuk menyelenggarakan hal itu, jadi mereka yang menolak dinas militer kini bisa memilih untuk melakukan dinas sipil. Tetapi, hukum dinas alternatif berada di bawah kendali militer, jadi ini tidak berlaku bagi kebanyakan orang yang menolak karena hati nurani, yang sekarang sedang dipanggil untuk dinas militer.
Vahan Bayatyan sangat senang dengan keputusan bersejarah yang memenangkannya. Keputusan tersebut kini mewajibkan Armenia untuk tidak lagi mengadili dan memenjarakan orang-orang yang keyakinan agamanya sangat kuat sehingga tidak bisa mengikuti dinas militer.
Saksi-Saksi Yehuwa tidak bermaksud mereformasi sistem hukum negara mana pun. Tetapi, seperti yang dilakukan Vahan Bayatyan, mereka berupaya untuk menegakkan hak-hak hukum mereka berdasarkan beberapa hukum yang ada di negara tempat mereka tinggal. Mengapa? Agar mereka dapat terus hidup damai dan bebas mematuhi semua perintah dari Pemimpin mereka, Yesus Kristus.
http://www.jw.org/id/publikasi/majalah/wp20121101/hak-menolak-karena-hati-nurani/:sumber